Tuesday, October 3, 2017

kisah Nyata Kusetubihi Pacarku Di Ruang Karaoke

Kusetubihi Pacarku Di Ruang Karaoke

Kusetubihi Pacarku Di Ruang Karaoke

Kisah Nyata - Awal mula cerita ini berawal dari ketika saya dengan pacar saya yang bernama Evi. Pada Suatu hari saya diberitahu oleh teman saya bahwa ada sebuah tempat karaoke di Glodog yang memutarkan lagu karaoke dengan gambar cewek telanjang. Sayapun merasa penasaran juga, kayak apa sih tempt karaoke itu. Karena saya ingin tau lebih lanjut saya berniat mengajak Evi pacar saya untuk pergi berkaraoke di tempat itu.

Ketika itu tepatnya pada malam minggu, sekitar jam 21.30 akupun mengajak Evi untuk karaoke ditempat tersebut , Evipun tidak keberatan dengan ajaknku ketempat karaoke Bugil itu, walaupun sebelumnya aku telah memberitahukan Evi situasi serta keadaan tempat karaoke itu. Sesampainya di lokasi saya langsung membooking suatu ruangan VIP, kami terpaksa mem booking ruangan untuk sepuluh orang karena ruangan itu yang paling kecil. selanjutnya kami pun diantar oleh seorang wanita menuju ke ruangan yang telah kami booking. Sesampainya di room karaoke, wanita tersebut menawarkan menu makanan dan minuman untuk kami. Kamipun hanya memesan minuman dan makanan kecil saja yaitu kacang garing, kami hanya memesan itu karna baru 1 jam yang lalu kami sudah makan. Setelah menerima order an, wanita tersebut bergegas keluar. Sementara itu kami berduapun mulai memilih lagu yang ingin kami nyanyikan.

Selesilah 3 lagu kami nyanyikan, dan datanglah waitress itu lalu pintu Room kami terbuka kembali dan masuklah waitress tadi sembari membawa pesanan kami. Setelh lama menunggu, kamipun merasa penasaran karena gambar-gambar hot yang dikatakan temanku di karoke ini belum juga muncul LCD TV,kamipun bertanya-tanya,jangan-jangan say dikibulin nih sama teman saya ( ucapku dalam hati). Ehhhh… ternyata gambar-gambar hot itu baru mulai muncul setelah jam 23.00 WIB. Setelah itu akupun menikmati lagu dengan gambar HOT itu, akibat melihat gambar-gambar wanita telanjang itu, naluri sexskupun mulai datang dipikiranku. mulailah saya merapatkan duduk saya dengan Evi, kemudian mulailah tanganku melingkar pada pad pinggang Evi. Kepekaan Evi akan perubahan Atmosfir pada rungan itu yang mulai memanas kemudian Evi mulailah menyandarkan tubuhnya ke dadaku sambil terus bernyanyi. Akupun sudah sulit untuk berkonsentrasi dengan teks lagu yang tertulis di layar TV itu. Lalu tangankupun mulai menjalankan kewajibpanya. Berwl dari meraba-raba punggungnya,m kemudian perlahan tapi pasti tangan saya mulai beralih ke bagian bagian depan, tangan saya mulai menyentuh payudara Evi yang terbungkus rapi oleh BH. Saya mulai meremas-remas Payudaranya, Evipun mulai mendesah-desah lembut yang membuat nafsuku makin menjadi-jadi. Dengan gesit tanganku mulai menyatroni payudaranya yang berada di balik kaosnya yang ketat, kancing BHnyapun segera aku lepaskan sehingga termunthknlah payudarany yang lumayan montok dan kenyal itu, lalu Evi,
“ Sayang, kunci dulu sana pintu Roomnya, entar kalau ada yang masuk gimana coba,” kata Evi padaku,
“ Iya sayang biar aku kunci pintunya, bentar yah, “ kataku sembari berjalan kearah pintu,
bergegas aku menghampiri pintu, ternyata pintu Roomnya tidak bisa dikunci, secepatnya saya memutar otak saya, saya ambil kursi yang ada didekat pintu, kemudian saya dorong hingga menempel dengan pintu, lumayan pintu itu tak dapat langsung terbuka karena terganjal oleh sebuah sofa yang ada dalam room karaoke itu. Setelah lumayan aman pintu itu, saya bergegas balik ke sofa tempat saya duduk semula, dan saya mulai melepaskan kaos dan BH yang dikenakan Evi. Kali ini Evi tak keberatan dengan tindakan saya, justru di membantu saya melepaskan kaos yang dikenakannya. Begitu kaos dan BH itu terlepas saya melihat dua buah Payudara yang sangat putih, montok dan menggemaskan.


Sebenarnya ukuran Payudar Evi tidak terlalu besar sih, tapi menurutku ukuran payudara Evi sangat ideal dengan tubuh Evi yang ramping sert menggemaskan. Walaupun sering melihat Evi telanjang, akan tetapi saya selalu terpesona jika melihat payudara Evi yang indah dan sekal itu. Tak kubiarkan diriku terpesona terlalu lama, aku segera meraih buah dada Evi yang sudah terbuka dan seakan-akan payudra Evi melambai-lambai kepadaku meminta untuk diremas dan dihisap-hisap. Desahan halus kembali terdengar ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dan disertai dengan hisapan maupun jilatan mautku.
“ Sssssshhhh… ahhh… ahhh…, enak yang,nikmat sekali jilatanmu, teruskan sayang jangan dilepaskan hisapannya,” desah Evi dengan penuh nafsu,
Tanpa menjawab, aku melihat Evi yang nafsunya mulai memuncak, dengan segera tangan sayapun beralih ke paha Evi, mulailah tangan saya menyusup di bawah rok mininya dan mulai meraba-raba pahanya yang putih mulus, sampai tangan saya meyentuh CD-nya yang juga berenda. Segera saya pelorotkan CD itu dan tangan sayapun balik bergerilya di pahanya sampai di sebuah bukit kecil yang tandus ( Vagina), ternyata Evi baru saja mencukur habis bulu rambutkemaluannya, sehingga saya dapat dengan leluasa menemukan celah di bukit itu. Segera tangan saya mulai menyusup masuk ke dalam celah dan mulai memainkan clitorisnya yang empuk dan legit. Tubuh Evi mulai bergetar sambil terus mengeluarkan suara desahan-desahan nikmatnya,
“ aaaahhh… aaahh… aahh…, nikmat sayang, nikmat sekali terusin sayang” desah Evi sembari Evi mendorongkan pantatnya.
Mendengar desahan-deshan Evi akupun semakin bernafsu untuk meremas-remas kemaluannya. Tiba-tiba Evi bangkit dari duduknya sambil berkata,
“ Kamu mau melihat aku menari striptis nggak yang ?” ujarnya pdaku,
Dengan agak sedikit kaget karena Evi tiba-tiba berdiri mendadak, tnpa menjwab aku segera menganggukkan kepala pertanda aku sepakat dengan usulanya. Evipun kembali mengenakan seluruh pakaiannya dan mulai memilih lagu yang akan menemaninya pad saat dia menri striptis. Evipun mulai berdiri di tengah-tengah room, ketika lagu mulaidilantunkan, tubuh Evi mulai meliuk-liuk mengikuti irama lagu. Dengan luwesnya Evi meliuk-liukkan tubuhnya yang sintal dengan lemas dan menggairahkan. Sesekali Evi meremas-remas buah dadanya dan pula terkadang meraba-raba kemaluannya sambil menjulurkan lidahnya. Satu lagu berlalu, Evpun mulai melepaskan kaos dan BH-nya, sambil terus meliuk-liukkan tubuhnya. Saya sebetulnya sudah tidak dapat menahan nafsu seks saya lagi, apalagi melihat buah dadanya yang bergoyng bebas karen dia sudah melpaskan Bhnya, layaknya penari striptis profesional Evi bergoyang-goyang dengan indahnya. Melihat saya yang mulaikelincutan, Evi semakin hot meliuk-liukkan tubuhnya yang sintal dan tiba-tiba dia melepaskan rok mininya lalu melemparkan rok mininya ke arah saya.
“ Wowww mantpppp…. lepas, lepas,ayo lepas CD-nya sayang,” kataku sembari menahan nafsuku yang sudah high voltage.
Mendengar teriakanku Evi makin menjadi seperti orang kerasukan dan dia semakin lihai meliuk-liukkan badannya sambil terusk meremas-remas buah dadanya supaya saya semakin bernafsu. Setelah puas melangsungkan gerakan-gerakan yang merangsang, Evi membelakangiku dan mulai melucuti CDny secara perlahan-lahan. Itu semakin membuat nafsuku tidak tertahankan lagi. Tanpa banyak bicara saya segera menubruk Evi lalu kuremas-remaslah buah dadanya yang kenyal itu dari belakang. Tanganku dengan cepat menarik lepas CD-nya yang masih menempel di kakinya serta tanganku langsung menyusup ke celah bukit Evi yang tandus.,
“ Uhhhh…Aahh… Uhhhh… Sssssshhhhggg… nikmat, nikmat sekaliteruskan, jagan berhenti sayang ooohhh… sayang aku sudah tidak tahan nih pingin ngerasain tusukan Penis kamu yang terlihat kuat dan perkasa itu,” katanya padaku.
“ Udah nggk tahan ya kamu, oke deh akan aku masukan pusaka empu gondrongku ini ke Vagina kamu ,” ujarku sembari kulepaskan baju dan celana jeans yang kukenakan.


Tiba-tiba aku teringat bahwa aku membawa seutas tali dan penutup mata yang akan kugunakan untuk mengikat tangan Evi dan juga menutup kedua matanya. Segera kusampaikan gagasanku itu sambil terus merangsangnya dengan remasan-remasan di buah dadanya maupun di kemaluannya. Evi mengangguk-angguk tanda ia menyetujui gagasanku itu, lekas aku mendudukkan tubuh Evi kembali di sofa dan sayapun mulai mengikat kedua tangannya di sofa dan kemudian matanyapun kututupi dengan selembar kain. Nafsuku benar-benar memuncak melihat Evi yang dalam keadaan telanjang bulat, terikat dan tertutup matanya. Melihat Evi yang sudah tak berdaya dan pasrah, sayapun langsung membuka CD yang kukenakan dan terlontralah penisku yang keras dan gagah ini. Kemudian kusandarkanlah tubuh Evi ke Sofa, lalu aku mulai memasukan Penisku ke vagina Evi,
“ Zleppppp…. ssshhhhggg…. Ahhhhh…. nuikmat sekali Vagina kamu sayang … ahhhhhh…“ desah nikmatkuy.

“ ssshhhhgggg…. iya sayang, Penis kmu juga enak, ahhhh….. “ desah dan ujar Evi padaku.
Dengan penuh nafsu kamipun melakukan hubungan sex didalam room karoke itu tepanya diatas sofa dengan posisi Evi berbaring disofa dan aku menggenjot Vagina Evi dengan cepatnya ,
” Terus sayang, ahhhh… enak sayang masukin sampai mentok sayang …, sssshhhggg… ahhhhhh..” pintanya padaku sembari di mendesah.
Kira-kira15 menit dengan posisi itu, akupun mulai beralih dengan posisi WOT ( women on Top), kemudian Evipun bergegas nik ketas tubuhku lalu memasukan penisku kedalam vaginanya dengan posisinyadia yang sekarang berada diats tubuhku, Evipun mulai menggoyangkan bdanya seperti meari striptis tadi, dan menaik turunkan pinggulnya dengan cepatny,
“ Aaaahhh… Ohhhhhh… Ssssshhhhggg…. Plak… Plak… Plak…” desah dan bunyi tubuh Evi yang terkena tubuhku sat menik turunkn pinggulnya diats tubuhku.
Singkat cerita setelah sekitar 10 menit melakukan posisi WOT ( women on top), aku meminta evi untuk menungging,
“ Kamu nungging sayang ya, aku pingin gaya Doggie Style “ pintaku sembari aku berdiri,
“ Iya sayang, apa sih yang nggk buwat kamu… emuuuachhh “ jawabnya sembari menmgecup bibirku.
Kemudian aku bergegas memasukan Penisku Ke Vagina tubuh Evi yang sekrng berada tept didepanku dengan posisi menungging dan membelakangiku. Dengan semangt yang menggebu-gebu aku menggenjot vagina Evi dengn semngt dan cepatny,
“ Ohhhh…. ahhhh…. Plakkk… Plakkk… Plakkk… “ desah kami disertai bunyi genjotanku yang kulakukan dengan Full Speed,
Tidak lama kemudian aku merasa sudah tidak tahan lagi, seakan-akan urat penisku yang membendung dan menahan sperma didalam penisku sudah tidak tertahan lagi, begitu pula dengn Evi dia juga mulai tidak kuat lagi menhan hentakan dan genjotn penisku yng memang lumyn besar dan kuat itu, lalu,
“ Ahhh… sshhhhgg… aku tifdak tahan lagi Evi sayang aku keluarin yah.. ahhhh…. “ tanyaku padanya.
“ eummm…. ssssshhhhgggg….. iya sayang aku juga udah nggk kuat lagi kita keluarin bareng yah, dan sperma kamu keluarin didalem aja ya biar enak, ahhhhh….. “ desah dan pintanya padaku…
“ Iya sayang “ jawabku padanya sembari terus menggenjot vagina Evi dengan penisku.
Kemudian akupun menambah kecepatan genjotanku, dengan sangat cepat aku menggenjot vagina Evi dengan penisku, dan
“ Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh…… Crottt… Crottt… Crottt… sssssgggghhhhh….. ahhhhhhhh…” desah kami
bersama disertai keluarnya lendir kawin kami,
Kemudian kami terkulai lemas diatas sofa karoke itu sambil melihat ake rah layar TV karoke itu. tersadarlah kami ketika melihat waktu kraoke kami akn habis dan tinggal 5 menit, kemudian kamipun bergegas kekamr mndi yang ada di room karaoke itu untuk membersihkan tubuh kami yang berkeringat dan lengket. Singkat cerita setelah bersih, kami bergegas memakai baju, kemudian kami keluar dari room itu. Dan menuju keksir untuk membayar Room karaoke yng kami booking. Demikian cerita dewasa ngentot say yang saya lakukan dengan pacar saya di salah satu Room Karoke di Kelapa gading.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Counter code standard NO JAVASCRIPT Site use frames Paste this code in your HTML editor where you would like to display the counter, at the bottom of the page, in a table, div or under a menu.